Sebagaiorang-orang yang menjadikan Ye­sus se­ba­gai Raja atas hidup ini, bukankah seharusnya kita mendasarkan resolusi pada perta­nya­an, “Tuhan, apa yang Engkau ingin aku lakukan tahun ini? Apa yang Engkau ingin agar saya capai tahun ini?” Ada dua alas­an mengapa kita harus melibatkan Tuhan dalam menyusun resolusi. Pertama, Yakobus Apayang Ayah lakukan tidak pada tempatnya. Dan sekarang Ayah menyesal, Ayah sempat tidur dengan satu perempuan dan perempuan itu bukan perempuan baik. Jika kamu melihat perubahan pada tubuh Ayah, saat ini kau harus tahu bahwa Ayah sakit. Dan Ayah sangat menyesal, Ayah mohon.. maafkan Ayah. Olehkarena itu, seharusnya kita berlomba-lomba semakin meningkatkan intensitas ibadah di sepuluh hari terakhir ramadhan agar lailatul qadar dapat kita raih. Sepuluh hari terakhir yang begitu mustajab segala doa-doa dan permohonan ampunan kita pada Allah. Sepuluh hari terakhir yang penuh dengan kenikmatan ketenangan batin. Fast Money. ISLAM adalah agama yang sempurna dan menyeluruh. Tidak ada satu pun permasalahan di dunia ini yang tidak diatur dan dijawab tuntas oleh Islam. Ajarannya yang sempurna itu mencakup seluruh aspek kehidupan. Tak terkecuali mengenai adab masuk rumah. Pasalnya, rumah adalah madrasah pertama dan utama bagi setiap muslim, penerus generasi peadaban Islam. Karena itu, Islam telah memberi tuntunan berupa beberapa adab bagi seorang muslim yang hendak masuk ke dalam rumah. Berikut adab-adab masuk rumah dalam Islam merujuk pada Ensiklopedi Adab Islam menurut Alquran dan as-sunah. 1. Mengetuk pintu dengan pelan Hendaknya bagi setiap muslim yang mau masuk ke rumahnya, dianjurkan terlebih dahulu menggetuk pintu dengan pelan. Mengingat mengetuk pintu dengan keras atau menekan bel terus-menerus dapat mengganggu penghuni rumah. Dikisahkan ada seseorang yang mengetuk pintu rumah Imam Ahmad dengan keras-keras atau terus-menerus. Beliau pun kemudian bangkit dan membuka pin tu seraya berkata, “Ini adalah ketukan pintu aparat keamanan!” BACA JUGA Para Ulama Mementingkan Adab Sebelum Ilmu 2. Memberi isyarat Hendaknya seseorang yang hendak masuk ke rumah memberi isyarat kepada penghuni rumah. Hal itu dikhawatirkan penghuni rumah tidak menyadari masuknya ia ke dalam rumah. Caranya, bisa dilakukan dengan berdehem atau menghentakkan kakinya ke lantai sehingga ia tidak mengagetkan orang di dalam rumah, tidak membuat mereka takut, atau mengira sedang dimata-matai. Imam Ahmad berkata, “Jika seorang laki-laki masuk ke rumahnya, maka dianjurkan baginya berdehem atau mengentakkan sandalnya atau alas kakinya.” 3. Mendahulukan kaki kanan Mendahului sebelah kanan dalam segala urusan termasuk petunjuk Nabi Muhammad SAW, kecuali dalam perkara-perkara yang jelek dan sejenisnya. 4. Berzikir kepada Allah Berzikir kepada Allah ketika masuk rumah akan menjaga seisi rumah dan penghuninya dari gangguan setan. Rasulullah bersabda, “Jika seseorang masuk ke dalam rumahnya dan ia menyebut nama Allah SWT ketika masuk dan ketika makan maka setan berkata Tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak ada makanan di sini.’ Sementara jika ia masuk tanpa mengucapkan nama Allah maka setan berkata Kalian telah mendapatkan tempat bermalam.’ Jika ia tidak menyebut nama Allah ketika hendak makan maka setan berkata Kalian telah mendapatkan tempat bermalam dan makanan’.” Rasulullah juga bersabda, “Jika seseorang masuk ke dalam rumahnya, hendaknya ia berkata Ya Allah, aku memohon kepada-MU sebaik- baik tempat masuk dan tempat keluar. Dengan menyebut nama Allah kami masuk, dengan menyebut nama Allah kami keluar, dan ke pada Allah Rabb kami, kami bertawakal.’ Kemudian, ia mengucapkan salam kepada keluarganya.” 5. Mengucapkan salam Salam di sini bertujuan sebagai ramah tamah kepada ahlil bait tuan rumah di samping untuk menyebarkan kasih sayang di dalam rumah. Hal ini juga dapat menambah keakraban antara seseorang dan keluarganya. BACA JUGA Pemuda Pembangun Peradaban Mulia 6. Bersiwak Bersiwak adalah salah satu dari sunnah Nabi SAW. Tak hanya setelah makan atau hendak shalat, bersiwak juga dilakukan oleh Rasulullah sebelum masuk ke dalam rumahnya. Bersiwak merupakan salah satu cara menjaga kebersihan mulut. Selain itu, bersiwak juga dapat mengharumkan bau mulut sehingga akan menunjukkan kepedulian kepada keluarga, khususnya istri. 7. Shalat dua rakaat Rasulullah bersabda, “Jika engkau masuk ke dalam rumahku, shalatlah dua rakaat karena itu akan menjagamu dari tempat masuk yang buruk.” [] Des sujets en tout genre, dans votre boîte courriel Recevez du contenu qui vous plaît vraiment et restez au courant des dernières tendances, selon vos intérêts. 2. Mencuci pakaian setelah dipakai Banyak yang menganggapnya ribet, padahal sebenarnya mencuci baju setiap hari jauh lebih ringan daripada menumpuknya di akhir pekan. Kebiasaan ini akan menjadi cara yang dapat meringankan Anda dalam menjaga kebersihan rumah. Pasalnya, Anda hanya perlu mencuci sedikit baju setiap harinya. Selain itu, kotoran yang melekat pada pakaian akan lebih mudah dibersihkan bila dicuci segera daripada dibiarkan sampai berhari-hari. 3. Membersihkan dapur setelah memasak Memasak di rumah sendiri tentunya lebih terjamin kebersihannya daripada membeli makanan di luar. Namun, bagaimana bisa dapur Anda sendiri kotor? Mengutip Cleveland Clinic, ternyata 9% kejadian keracunan makanan berasal dari bakteri yang mengontaminasi di dapur sendiri. Oleh sebab itu, pastikan dapur Anda senantiasa bersih. Usakahan untuk selalu membersihkannya begitu selesai memasak. Kebiasaan akan menjadi salah satu cara menjaga kebersihan rumah yang bisa Anda terapkan sehari-hari. 4. Mencuci piring setelah makan Biasakan diri untuk segera mencuci piring dan alat makan begitu Anda selesai makan. Kegiatan ini lebih baik daripada menunggu piring kotor menumpuk. Mencuci piring segera setelah makan bisa salah satu cara jitu untuk menjaga kebersihan rumah Anda. Pasalnya, bekas piring yang kotor bisa menjadi sarang kuman yang membawa penyakit. Piring kotor di wastafel juga dapat mengundang aroma yang tidak sedap, apalagi bila masih banyak sisa-sisa makanan di sana. Selain itu, menurut KidsHealth, piring kotor yang dibiarkan menumpuk juga bisa mengundang kecoak untuk datang ke rumah Anda. 5. Melepas sepatu saat hendak masuk ke dalam rumah Saat berada di luar rumah, Anda mungkin tidak menyadari sepatu atau alas kaki yang Anda gunakan telah menginjak banyak hal yang kotor. Meski tidak terlihat, kuman, bakteri, dan berbagai kotoran lain pasti menempel di alas kaki yang Anda gunakan di luar. Jika Anda tidak melepas alas kaki saat memasuki rumah, kotoran yang menempel juga akan mengotori lantai rumah Anda. Untuk mencegah hal ini, Anda harus membiasakan diri melepas sepatu sebelum masuk ke dalam rumah. Ini akan menjadi cara yang tepat untuk menjaga kebersihan rumah. Selain melepas sepatu, pastikan pula Anda membersihkan diri dan pakaian yang sudah dipakai dari luar. Hal ini berguna untuk menyinkirkan virus dan kuman yang terbawa dari luar. 6. Membuang sampah pada tempatnya Sampah yang berserakan tentunya membuat rumah Anda menjadi kotor. Bukan hanya mengganggu pemandangan, hal ini juga bisa menimbulkan penyakit. Oleh sebab itu, ajak seluruh anggota keluarga untuk membiasakan diri menjaga kesehatan rumah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Selain sebagai cara menjaga kebersihan rumah, kebiasaan ini juga dapat diterapkan di lingkungan sekitar dan fasilitas umum. Bila semua orang melakukan kebiasaan ini, tentunya lingkungan Anda akan menjadi lebih sehat. 7. Menyediakan area khusus untuk mengganti popok Bila Anda memiliki anak yang masih memakai popok, baik itu popok sekali pakai ataupun popok kain, sebaiknya sediakan area khusus untuk menggantinya. Hal ini penting sebab jangan sampai ada sisa-sisa kotoran si kecil yang terkena permukaan benda dan luput dari pantauan Anda. Memisahkan area mengganti popok dengan area aktivitas sehari-hari dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kebersihan rumah Anda. Pilihlah area yang cukup jauh dari dapur atau ruang makan. Pastikan dekat dengan sumber air agar Anda bisa langsung mencuci tangan setelah mengganti popok. 8. Bersihkan rumah sebelum tidur Sebelum tidur, ajak seluruh anggota keluarga termasuk anak-anak untuk membersihkan rumah. Lakukan paling tidak selama 15 menit setiap malam. Fokuskan kegiatan ini pada area yang memang penting untuk dibersihkan. Membersihkannya bersama-sama tentu akan lebih ringan. Bila Anda sudah membersihkan rumah di malam hari, Anda tidak perlu menghabiskan waktu yang banyak untuk bersih-bersih di pagi hari. Dengan begitu, Anda bisa langsung memulai aktivitas seperti memasak, menyiapkan bekal anak, dan bersiap-siap ke tempat kerja. 9. Membuat jadwal membersihkan rumah menyeluruh Cara berikutnya yang perlu Anda biasakan untuk menjaga kebersihan rumah adalah membersihkan rumah secara menyeluruh. Bila perlu, gunakan disinfektan agar seluruh rumah bebas dari kuman, virus, dan serangga pembawa penyakit. Ini mungkin sulit dikerjakan setiap hari karena akan memakan banyak waktu. Oleh sebab itu, jadwalkan satu hari khusus untuk kegiatan ini, misalnya setiap bulan atau 2 kali sebulan. Momen ini bisa Anda gunakan untuk membersihkan bagian-bagian rumah yang jarang diakses sehari-hari, seperti sudut-sudut ruangan, belakang lemari, gudang, dan sebagainya. Sebab bisa jadi, Anda menemukan tempat-tempat kotor yang tidak terlihat selama ini.

apa yang seharusnya kamu lakukan sebelum masuk ke dalam rumah