ImplementasikanSapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI dimanapun berada dan bertugas. “Imbuh Kasad dalam amanat. TNI AD harus hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat apapun bentuknya dan senantiasa menjadi solusi, Terus lakukan tindakan – tindakan yang berdampak terhadap kesejahteraan rakyat, agar mampu menumbuhkan saptamarga, sumpah prajurit, dan 8 wajib tni; tribrata dan catur prasetya; kepemilikan senjata api; jam luminox army; mobil polisi indonesia (polri) jam tangan kopaska (luminox) jam tangan brimob gegana polri (luminox) jam tangan densus 88 (luminox) jam tangan kopassus (luminox) polisi indonesia february (13) Ribuanpersonel dari TNI AD berbaris dan berkumpul di lapangan Monas untuk turut serta dalam apel gelar pasukan, Selasa, 25 Januari 2022. Dalam apel tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menekankan tujuh pedoman harian yang harus diterapkan para prajurit TNI AD salah satunya implementasi sapta marga sumpah Vay Tiền Nhanh. TNI AU. Mengawali tahun baru 2021, sebagai prajurit TNI AU harus memiliki pilar sebagai acuan dan pedoman dalam melaksanakan tugas, pilar tersebut adalah Sapta Marga,Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI, apabila diamalkan dan dipedomani akan menjadi nafas bagi prajurit maka melahirkan prajurit yang,”Kesatria, Militan, Loyal, dan Profesional”.Hal ini sesuai harapan Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, bahwa TNI Angkatan Udara menjadi TNI yang disegani di kawasan. Demikian apa yang dikatakan Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI TNI Ronny Irianto Moningka, dalam sambutannya pada apel khusus mengawali Pelaksanaan Tugas di tahun 2021 tempat di Shelter Charlie Lanud Roesmin Nurjadi Pekanbaru, Senin 4/1/21. “Selanjutnya sebagai alat negara, Prajurit TNI AU telah bekomitmen mendukung program pemerintah dalam menciptakan stabilitas keamanan, “NKRI harga mati”, di tahun 2020 muncul berbagai macam Organisasi Masyarakat Ormas yang berseberangan jalan dengan pemerintah, hal ini Presiden Jokowi telah menandatangani peraturan pemerintah pengganti undang-undang Perppu mengenai larangan kegiatan Ormas, oleh karenanya apa yang sudah dikeluarkan pemerintah kewajiban kita sebagai prajurit TNI khususnya TNI AU untuk mengamankan dan mendukungnya, politik TNI adalah politik negara, apa yang ditetapkan oleh pemerintah wajib didukung dan mengamankannya”, pungkas Ronny Moningka. Ronny pun kembali menegaskan, dengan muncul ormas tersebut, bagi prajurit TNI AU dan Pns di jajajaran Lanud Rsn agar tidak terlibat dalam Ormas terlarang tersebut apakah itu secara langsung maupun tidak langsung, apalagi menguploud dan menshare di medsos milik pribadi, apabila didapati prajurit dan PNS ikut mendukungnya maka akan diproses secara hukum, saya tekankan lagi tidak ada prajurit dan PNS yang bersimpangan dengan pemerintah, kita wajib menjalankan kebijakan tersebut. “Oleh karena itu, mengawali tugas di tahun 2021, saya mengajak kepada seluruh Prajurit dan PNS Lanud Rsn untuk untuk saling mengintrofeksi diri atas kekurangan dalam melaksanakan tugas di tahun 2020 yang belum tercapai, di tahun 2021 kita harus lebih baik lagi dan profesional dalam melaksanakan tugas untuk kemajuan TNI AU yang kita cintai. Kemudian diakhir sambutanya, Marsekal TNI Ronny Moningka menjelaskan, dimasa pandemi Covid-19 ini kita harus harus disiplin menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, kita berharap kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar Covid-19 ini cepat berakhir. Turut hadir, Danwing 6 Kolonel Pnb Setiawan, Kadisops Kolonel Pnb Dedy Supriyanto, Kadispers Kolonel Adm Fauzan Zuhdi, Kadislog Kolonel Tek Dwi Wihananto, Danskadud 12, Danskadud 16, Danskatek 045, Dansatpom dan pejabat lainnya. Terkait Pengertian Sapta Marga Sumpah Prajurit Sapta Marga Sumpah Prajurit adalah sebuah sumpah yang diucapkan oleh setiap anggota TNI Tentara Nasional Indonesia sebagai bentuk kesetiaan dan pengabdian kepada negara dan bangsa Indonesia. Sumpah ini berisi tujuh prinsip kejujuran dan ketaatan yang menjadi pedoman bagi setiap prajurit dalam melaksanakan tugasnya sebagai pembela tanah air. Adapun tujuan dari Sapta Marga Sumpah Prajurit adalah untuk memperkuat dan memantapkan kepercayaan dan semangat warga negara Indonesia terhadap TNI sebagai pelindung dan penjaga kedaulatan negara. Selain itu, sumpah ini juga bertujuan untuk menanamkan rasa disiplin, kejujuran, dan ketaatan pada setiap anggota TNI dalam melaksanakan tugasnya. Isi Sapta Marga Sumpah Prajurit Selain tujuannya, isi dari Sapta Marga Sumpah Prajurit juga perlu dipahami oleh setiap anggota TNI. Berikut adalah isi dari Sapta Marga Sumpah Prajurit Aku bersumpah atas nama Tuhan Yang Maha Esa bahwa aku sebagai seorang prajurit TNI siap untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari segala ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Aku bersumpah untuk setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Aku bersumpah akan menjaga keselamatan dan keamanan segenap bangsa Indonesia. Aku bersumpah akan selalu memperjuangkan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Aku bersumpah akan menjunjung tinggi kedaulatan Rakyat dan tidak melakukan penghianatan terhadap negara. Aku bersumpah akan menghormati hak asasi manusia dan tidak melakukan diskriminasi terhadap siapapun. Aku bersumpah akan selalu memperbaiki diri dan mengembangkan kemampuan untuk meningkatkan profesionalisme sebagai seorang prajurit TNI. 8 Wajib TNI Selain Sapta Marga Sumpah Prajurit, setiap anggota TNI juga harus mematuhi 8 Wajib TNI. Berikut adalah 8 Wajib TNI Menjaga kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pemerintah. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menjaga martabat dan harkat prajurit TNI. Menjaga kesiapan dalam melaksanakan tugas-tugas militer. Menghormati hak asasi manusia dan norma-norma kemanusiaan dalam melaksanakan tugas. Menjaga dan mengembangkan kemampuan dan profesionalisme sebagai seorang prajurit TNI. Penerapan Sapta Marga Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI Penerapan Sapta Marga Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI sangat penting dalam melaksanakan tugas sebagai anggota TNI. Setiap prajurit harus memahami dan menghayati setiap prinsip yang terkandung dalam sumpah dan wajib TNI tersebut. Hanya dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, TNI dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, bertanggung jawab, dan beretika. Kesimpulan Sapta Marga Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI merupakan pedoman dan prinsip yang harus dipegang oleh setiap anggota TNI dalam melaksanakan tugasnya sebagai pembela tanah air. Sebagai warga negara Indonesia, kita juga perlu menghargai pengabdian dan pengorbanan yang dilakukan oleh para anggota TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan negara. HomeNewsImplementasikan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit Serta 8 Wajib TNI Artikel Dilihat 174 Kuningan – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo didampingi Irdam III/Slw dan para Asisten Kasdam III/Slw mengikuti acara pengarahan Kepala Staf Angkatan Darat Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman kepada Prajurit Bintara Otsus melalui Video Conference, bertempat di SDN 2 Tugumulya Kuningan. Bintara Otsus ini adalah lulusan seleksi Calon Bintara Otonomi khusus orang asli Papua, yang berjumlah 960 orang yang didik terbagi di 4 Rindam jajaran TNI Angkatan Darat, Rindam III/Siliwangi 330 orang, Rindam IV/Diponegoro 240 orang, Rindam V/Brawijaya 260 orang, Rindam Jaya 130 orang dan 40 Wanita di Pusdik Kowad Bandung. Hal tersebut disampaikan Kepala Penerangan Daerah Militer Kapendam III/Slw, saat mendampingi Pangdam III/Slw di Tugumulya Kuningan Jawa Barat, Kamis 9/6/2022. Kepala Staf Angkatan Darat Kasad dalam arahannya menyampaikan bahwa, para Bintara Otsus akan dikembalikan ke daerah asal Papua untuk melaksanakan tugas sebagai organik, yang nantinya akan memberikan pelajaran kepada masyarakat Papua dengan berbekal pengalaman selama tugas di pulau jawa, yang penuh dengan keharmonisan dan tidak membeda-bedakan satu sama yang lain. “Implementasikan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, serta 8 wajib TNI, pegang teguh dalam kehidupan sehari-hari, terutama 8 wajib TNI, kalian harus berikap ramah tamah terhadap rakyat, bersikap sopan santun terhadap rakyat, sopan kepada siapapun dan menjunjung tinggi kehormatan wanita, jaga kehormatan diri di muka umum. Kalian sebagai Prajurit setiap langkah dan tindakan menjadi perhatian masyarakat,“ tegasnya. Dalam kesempatan yang sama, Pangdam III/Slw memberikan arahannya kepada 326 orang Bintara Otsus yang melaksanakan pendidikan dan OJT di Kodam III/Slw, yang sedang mengikuti pengarahan Kasad melalui vikon di Graha Tirta Siliwangi Jl. Lombok No. 20 Kota Bandung. Pangdam mengatakan para Bintara Otsus telah membangun dengan 1 bahasa, yaitu bahasa persatuan, jadi manfaatkan metodologi media dalam melaksanakan tugas, sampai para Bintara Otsus diakui oleh wilayahnya masing-masing. Lebih lanjut mengatakan bahwa, Pangdam meyakini selama 1 tahun Bintara Otsus berada di daerah Kodam III/Slw, dengan tipologi masyarakat sunda, akan mempunyai empati, simpati, toleransi serta keterampilan yang nantinya dapat diimplementasikan dalam pembinaan teritorial di tempat tugas. “Metode kalian dalam teritorial ini metode paling keren, paling mutakhir, paling hebat, senjata adalah jalan terakhir. Kemampuan utama adalah intelektualitas kalian, pendampingan untuk meyakini saudara kita di sana adalah jawaban,” pungkasnya. Pendam III/Siliwangi.

8 wajib tni dan sumpah prajurit